Lima Penyebab kecelakaan di Perlintasan Kereta Api Berpalang Pintu

Dokpri: Kereta Api Melintas
Percepatan pembangunan ekonomi di Indonesia berpengaruh terhadap peningkatan pelayanan sistem transportasi. Moda Transportasi yang murah, cepat, efektif dan bebas hambatan masih di miliki Kereta Api,  kedudukannya dari dulu sampai sekarang masih menjadi idola masyarakat Indonesia.

Dorongan itulah yang akhirnya Perusahaan Jawatan Kereta Api (PJKA) menghidupkan kembali jalur kereta hadiah dari penjajah Belanda, termasuk menambah lintasan rel baru,  masyarakat menyebutnya dengan nama jalur rel ganda atau double track

Double track di nanti tapi banyak pengendara yang mati. penulis pernah mengupasnya di tulisan dengan judul menekan maut di jalur ganda. Apapun yang menjadi alasan masyarakat pengguna jalan atau para masyarakat yang keluarganya meninggal karena di hantam kereta api melintas, itu bukan menjadi kesalah PJKA. jelas itu murni kesalahan pengendara.

Hasil inventarisasi yang dilakukan penulis beserta pengamatan secara langsung di lapangan bahwa banyaknya kecelakaan diperlintasan rel kereta api berpalang pintu memiliki beberapa sebab, adapun penyebabnya adalah sebagai berikut:

Mengapa Ruang Parkir Begitu Penting

Dokpri: On Street Parkir di negara China
Setiap orang akan mempertimbangkan untuk memutuskan apakah akan berkendara menggunakan mobil menuju suatu lokasi dan juga dalam memutuskan untuk memiliki mobil. Pertimbangan ini sangat penting karena kita harus mengetahui ketersediaan dan biaya ruang untuk parkir.

Di negara berkembang seperti Indonesia kepemilikan mobil didasarkan pada kemampuan finansial dan kebutuhan sehari-hari. Akibatnya banyak masyarakat memiliki mobil tetapi tidak memiliki lahan parkir. Fenomena ini lumrah terjadi di perumahan sangat sangat sederhana yang memiliki lebar jalan 3-6 meter dengan luas lahan kapling 6x15 m, 7x13 m dan 8x12 m.

Perubahan Iklim Sindrom Tata Ruang

Bumiku di guyur hujan semalam, angin bertiup kencang hingga memecah suasana sunyinya malam, teringat kabar saudara kita di Garut belum tuntas oleh masalah Banjir, begitupun juga Banjarnegara dengan tanah longsor rutin setiap tahun, belum lagi masalah Ibu kota propinsi Jawa tengah, dengan Rob dan kemacetan atau ibu kota negara yang penuh dengan problem perkotaan. ditambah lagi adanya El nino dan La lina membuat gelisah karena kini perubahan iklim sudah terjadi. tulisan ini akan menginspirasi kita akan pentingnya kelestarian lingkungan.